Contoh Pembukaan Laporan Prakerin SMK: Manfaat dan Tujuan Prakerin

Contoh Pembukaan Laporan Prakerin SMK: Manfaat dan Tujuan Prakerin


Halo Sobat Teknisi, apa kabar? semoga semua baik-baik saja. alhamdulillah bisa bertemu kembali semoga pengunjung setia dalam keadaan sehat wal afiat.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan wajib bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu kegiatan belajar dengan objek dan tempat langsung di Dunia Usaha / Dunia Industri. Dalam Kurikulum 2013 (rev 2017) pelaksanaan PKL selama 6 Bulan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 3 Bulan.

Pelaksanaan Prakerin di setiap sekolah memiliki kebijakan berbeda-beda. Ada yang membuat satu semester dikhususkan untuk melakukan kegiatan prakerin dan juga yang membagi waktunya saat berada di kelas 11 semester akhir sampai kelas 12 semester awal.

Cukup ya kiranya pengantar untuk masuk ke inti dari artikel kali ini. Jika Sobat sedang berada pada masa-masa terakhir PKL maka akan dihadapkan dengan pembuatan karya tulis sebagai laporan apa saja yang telah dilakukan di tempat PKL. Dan bisa juga sebagai pedoman karena dengan karya tulis tersebut ilmu yang sudah kita dapatkan dalam PKL dapat bermanfaat lagi nanti di kemudian hari.

Contoh Pembukaan Laporan Prakerin


Di bawah ini adalah salah satu contoh dari pembukaan laporan prakerin Sobat bisa mengutipnya dari halaman ini. Silahkan untuk diedit lagi struktur kalimatnya, dan jangan lupa untuk menambahkan link blog ini pada referensi ya Sobat, terimakasih.

Latar Belakang


Perlu disadari bahwa sampai pada saat ini lulusan SMK belum dapat diserap langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri. Secara kasat mata terbukti hampir setiap dunia usaha/industri ketika merekrut tenaga kerja lulusan SMK masih menerapkan pendidikan dan pelatihan bagi yang telah lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 (tiga) bulan. Hal ini menunjukan bahwa keterampilan yang dimiliki lulusan SMK belum diakui oleh pihak dunia usaha/industri. Jika kita kaji secara seksama, kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia usaha/industri. Memang pada kenyataannya masih banyak SMK yang sangat minim peralatan praktik. Sehingga peserta diklat yang harusnya porsi ada beberapa SMK yang tidak memiliki sama sekali peralatan praktik, dalam pelaksanaan peserta diklat hanya dapat beragam-ragam dengan teori saja idak dengan peralatan kenyataan yang sebenarnya.

SMK yang peralatan praktik cukup memadai, belum tentu peralatan itu sesuai dengan yang ada di industri/usaha. Sekarang peralatan di dunia usaha/ industri sudah serba otomatis sedangkan peralatan yang ada di SMK-SMK masih manual. Sehingga pelaksanaan praktek hanya sekedar mengenal peralatan yang ada, kurang memperhatikan kebutuhan di dunia industri/ usaha, itu pun tidak semuanya dapat memanfaatkan secara maksimal. Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat pendidikan menengah kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan sebagai mana yang di harapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional seseorang tidak semata-mata diukur oleh penguasaan unsur pengetahuan danteknik bekerja, tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat bekerja yang baik. Penggunaaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat dipelajari di sekolah, namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi. Untuk kiat yang menjadi faktor utama penentu kadar keahlian professional seseorang, hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri, karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian professional berdasarkan jumlah pengalaman kerja.

Ada dua pihak yaitu lembaga pendidikan dan lapangan kerja ( DU/DI ) yang secara bersama-sama menyelenggarakan suatu program keahlian kejuruan. Dengan demikian kedua belah pihak seharusnya terlibat dan bertanggung jawab mulai dari tahap perencanaan program, tahap penyelenggaraan, sampai penilaian dan penentuan kelulusan siswa.

Tujuan Praktek Kerja Industri


Tujuan Praktek Kerja Industri Program prakerin di susun bersama antara SMK dan DUDI yang menjadi institusi /industri pasangan (IP) dalam pelaksanaan prakerin untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai peserta prakerin,sekaligus merupakan wahana berkontribusi bagi DUDI terhadap upaya peningkatan kwalitas pendidikan di SMK. 

Tujuan prakerin antara lain sebagai berikut: 
  1. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun dan mengembangkan kepribadianya yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai positif yang tumbuh dan diperlukan oleh masyarakat,khususnya didunia kerja yang ditekuni.
  3. Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja sesuai tuntutan pasar kerja global.
  4. Memenuhi hal hal yang belum dipenuhi disekolah agar mencapai kebutuhan standar kompetensi lulusan.
  5. Mengaktualisasikan salah satu bentuk aktifitas dalam penyelenggaraan model pendidikan sistem ganda (PSG) antara SMK dan institusi pasangan yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan disekolah (SMK) dan program pelatihan penguasaan kahlian didunia kerja (DUDI).

Manfaat Prakerin


Manfaat Bagi Peserta Didik
  1. Mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang telah diperoleh disekolah.
  2. Menambah wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa pengalaman kerja langsug (real) dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli motto proses dan hasil kerja.
  3. Menambah dan meningkatkan kompetensi serta menanamkan etos kerja yang tinggi sesuai budaya industri.
  4. Memperkuat kemampuan produktif sesuai dengan konpetensi keahlian yang dipelajari.
  5. Mengembangkan kemampuan sesuai dengan bimbingan/arahan pembimbing industri dan dapat berkontribusi kepada dunia kerja.
  6. Memperkuat kepribadiannya yang berkarakter sesuai dengan tuntutan niali-nilai yang tumbuh dari budaya industri.

Manfaat Bagi Sekolah
  1. Terjalinya kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah dengan dunia kerja (DUDI).
  2. Meningkatka kualitas lulusan melalui pengalaman kerja langsung selama prakerin.
  3. Meningkatkan relevansi dan efektifitas program sekolah melalui sinkronisasi kurikulum,proses pembelajaran,teaching factory,dan pengembangan sarana dan prasarana praktek berdasarkan hasil pengamatan ditempat prakerin.
  4. Merealisasikan program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat secara terencana dan implementatif,khususnya niai-nilai karakter budaya industri sebagai salah satu bentuk implementasi peraturan presiden nomor 87 tahun 2017 tentang peningkatan pendidikan karakter.
  5. Meningkatan kualitas lulusan.

Manfaat Bagi Dunia Kerja
  1. Dunia kerja (DUDI) lebuh dikenal oeh masyarakat,khususnya masyarakat sekoah sehingga dapat wahana dalam promosi produk.
  2. Adanya masukan yang positif dan konstruktif dari SMK untuk perkembangan DUDI.
  3. Dunia kerja/DUDI dapat mengembangkan proses dan atau produk melalui optimalisasi peserta prakerin.
  4. Mendapatkan calon tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan kebutuhanyan.

Begitu temen-temen "Contoh Pembukaan Laporan Prakerin SMK: Manfaat dan Tujuan Prakerin" Prakerin sangatlah bermanfaat bagi siswa SMK, dengan prakerin siswa SMK akan mendapatkan ilmu yang tidak diajarkan secara teori di kelas. Apabila siswa SMK setelah lulus ingin langsung terjun dalam dunia kerja mereka nantinya diharapkan tidak akan kebingungan karena sebelumnya telah memiliki pengalaman terjun langsung di lapangan.

Semoga sedikit contoh di atas dapat bermanfaat dan Sobat diberikan lancar dalam proses penulisan laporannya. Sekian, wassalam.
Load comments