Menjalankan Microsoft SQL Server di Docker

Menjalankan Microsoft SQL Server di Docker


 

Halo, Sobat Teknisi Serba Bisa! Selamat datang kembali, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya tetap sehat dan ngodingnya nggak banyak error ya!


Pernahkah kalian merasa frustrasi saat laptop mulai melambat gara-gara harus menginstal SQL Server secara lokal? Belum lagi urusan konfigurasi Windows Service yang bikin kepala cenat-cenut, atau saat ingin memindahkan lingkungan kerja ke komputer lain tapi takut database-nya berantakan? Itulah keluh kesah yang sempat saya rasakan minggu lalu.

 

Nah, buat kalian yang lagi mengalami dilema serupa, yuk disimak panduan lengkap cara pull, up, dan cek versi SQL Server di Docker dari awal sampai bisa diakses!


Langkah 1: Tarik (Pull) Image SQL Server ke Docker


Sebelum kita menjalankan container, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengunduh (pull) image resmi SQL Server dari Microsoft Repository. Kita akan menggunakan versi SQL Server 2022 (basis dari versi 16.x).

 

Buka terminal atau Command Prompt kalian, lalu jalankan perintah ini:


docker pull mcr.microsoft.com/mssql/server:2022-latest


Arti dari Command di Atas:

  • docker pull: Perintah dasar untuk mengunduh image dari Docker Hub atau Container Registry ke komputer lokal Anda.

  • mcr.microsoft.com/mssql/server:2022-latest: Alamat registry resmi milik Microsoft untuk mengambil image SQL Server edisi terbaru (yang berbasis versi 16.x).


Langkah 2: Jalankan Container (Docker Run / Up)


Setelah proses pull selesai, saatnya kita menyalakan atau menaikkan (up) container tersebut ke dalam sistem. Di sinilah magic-nya terjadi, di mana SQL Server akan berjalan di dalam sebuah container terisolasi.

 

Ketik perintah berikut di terminal (Pastikan ganti teks password sesuai keinginan kalian):


docker run -e "ACCEPT_EULA=Y" \
           -e "MSSQL_SA_PASSWORD=PasswordKuStrong123!" \
           -e "MSSQL_PID=Developer" \
           -p 1433:1433 \
           --name sqlserver-16 \
           -d mcr.microsoft.com/mssql/server:2022-latest


Penjelasan Detail Setiap Parameter:

  • docker run: Perintah untuk membuat dan langsung menjalankan sebuah container baru dari image yang sudah di-download.

  • -e "ACCEPT_EULA=Y": Environment variable wajib untuk menyetujui Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir (End User License Agreement) dari Microsoft.

  • -e "MSSQL_SA_PASSWORD=PasswordKuStrong123!": Mengatur password untuk user administrator utama bernama sa. (Syaratnya: minimal 8 karakter, ada huruf besar, kecil, angka, dan simbol).

  • -e "MSSQL_PID=Developer": Menentukan edisi SQL Server yang digunakan. Pilihan Developer ini gratis dan memiliki fitur lengkap khusus untuk pengembangan/uji coba.

  • -p 1433:1433: Memetakan port. Angka pertama (1433) adalah port di komputer fisik Anda (host), dan angka kedua (1433) adalah port di dalam container. Ini membuat aplikasi database Anda bisa diakses lewat port standar SQL Server.

  • --name sqlserver-16: Memberikan nama yang ramah dan mudah diingat pada container kita (daripada menggunakan ID acak dari Docker).

  • -d: Singkatan dari Detached mode. Artinya, container akan berjalan di latar belakang (background) sehingga terminal Anda tetap bisa dipakai untuk perintah lain.

     

Langkah 3: Verifikasi dan Cek Versi SQL Server via Shell Container

 

Setelah container berhasil up, mari kita pastikan apakah mesin database ini benar-benar hidup dan berjalan pada versi yang diinginkan. Kita bisa masuk ke dalam shell container dan mengeceknya langsung menggunakan perangkat bawaan (sqlcmd).

 

Jalankan perintah berikut:


docker exec -it sqlserver-16 /opt/mssql-tools18/bin/sqlcmd -S localhost -U sa -P "PasswordKuStrong123!" -C -Q "SELECT @@VERSION;"


Arti dari Command Pengecekan Ini:

  • docker exec: Perintah untuk menjalankan sebuah perintah di dalam container yang sedang aktif.

  • -it: Menggabungkan -i (interactive) dan -t (tty) agar kita bisa berinteraksi secara langsung dengan terminal di dalam container.

  • sqlserver-16: Nama container yang tadi kita tentukan saat proses run.

  • /opt/mssql-tools18/bin/sqlcmd: Path direktori tempat aplikasi utilitas sqlcmd berada di dalam container Linux milik Microsoft.

  • -S localhost: Menentukan server target (lokal di dalam container).

  • -U sa: Menentukan username login (menggunakan akun sa).

  • -P "PasswordKuStrong123!": Memasukkan password administrator yang sudah dibuat pada langkah sebelumnya.

  • -C: Mengabaikan validasi sertifikat SSL (opsional tapi sering diperlukan untuk koneksi aman lokal).

  • -Q "SELECT @@VERSION;": Query SQL singkat yang dikirimkan langsung untuk menanyakan informasi versi SQL Server yang sedang berjalan.

 

Jika berhasil, terminal akan menampilkan informasi detail mengenai versi SQL Server (16.x) yang aktif di dalam container Docker Anda! Sekarang, Anda bisa menyambungkan aplikasi atau SQL Server Management Studio (SSMS) dari komputer utama ke localhost,1433.

 

Kesimpulan

 

Memindahkan SQL Server ke Docker adalah solusi cerdas untuk menjaga kesehatan performa komputer sekaligus membuat lingkungan kerja database menjadi jauh lebih portabel dan rapi. Kita tidak perlu lagi repot melakukan instalasi berat yang mengotori sistem operasi utama. Cukup beberapa baris perintah pull dan run, database siap digunakan kapan saja dan di mana saja!

 

Bagaimana, Sobat Teknisi? Cukup mudah dan menyenangkan bukan?

 

Jika postingan di artikel ini terasa menarik dan bermanfaat untuk kalian, jangan lupa untuk share ke teman-teman, rekan kerja, atau grup komunitas kalian supaya mereka juga terbantu dan nggak pusing lagi mikirin instalasi database yang ribet.


Sampai jumpa di tips dan trik teknis berikutnya hanya di teknisiserbabisa.com! Salam troubleshooter!

Load comments